Rabu, 21 Maret 2012

konsep dasar akuntansi syariah

KONSEP-KONSEP DASAR AKUNTANSI SYARIAH Diajukan untuk Memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah: Pengantar Akuntansi Syariah Dosen: M. Mabruri Faozi Disusun Oleh : Ismiyati Miranda (14112210062) Nur Jannah (14112210109) Nyimas Rafita Az-zahra (14112210117) Soliqhin Ma’ruf (14112220193) Kelompok 4 MEPI 5 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN) SYEKH NURJATI CIREBON 2012 PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG Akuntansi termasuk kedalam bagian muamalah yang dikaji dalam kajian Islam. Yang kemudian diserahkan kepada kemampuan akal dan fikiran manusia untuk mengolah dan mengembangkannya. Akuntansi Syariah dimana proses kegiatan pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisarannya diatur sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT untuk diterapakan manusia dalam menjalani setiap kegiatan di dunia. Dan pada makalah ini kami akan membahas tentang Konsep-konsep Dasar Akuntansi Syariah. Tujuannya guna mempermudah mahasiswa mempelajari mata kuliah Pengantar Akuntansi Syariah dan tentunya untuk mengetahui lebih dalam tentang Konsep-konsep Dasar Akuntansi Syariah. Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua. 2. RUMUSAN MASALAH A. Apa yang dimaksud dengan Konsep Akuntansi Syariah ? B. Apa dan siapa saja yang menjadi pemikiran teori dan konsep akuntansi syariah ? C. Apa yang menjadi prinsip umum akuntansi syariah ? D. Bagaimana perbedaan prinsip antara akuntansi islam dan akuntansi positif (konvensional) ? E. Apa inti dari konsep akuntansi islam ? PEMBAHASAN A. Konsep Akuntansi Syariah Dalam kajian islam sebenarnya akuntansi merupakan domain “muamalah” dalam kajian islam yang berarti diserahkan kepada kemampuan akal fikiran manusia untuk mengembangkannya permasalahan ini terdapat dalam kitab suci Al-Qur’an Al-Baqarah ayat 282 sebagai komiditi ekonomi yang menggambarkan angka keseimbangan atau Neraca.Peran dan fungsi akuntansi sangat besar jika dikaji dengan sistem dan jagad manajemen alam ini. Malaikat Rakaib dan Atib adalah akuntan malaikat yang sangat canggih yang dimiliki Allah, transaksi-transaksi/perbuatan manusia yang dilakukan manusia dituli dan dijurnal oleh malaikat yang menghasilkan Neraca/buku catatan baik buruknya perilaku manusia yang akan dilaporkan di akhirat nanti. Hal ini dapat dibuktikan dalam surat Al-Infithar (82) ayat 10-12 sebagai berikut: “Padahal sesungguhnya pada kamu ada malaikat yang memonitor pekerjaanmu (10). Yang mulia di sisi Allah dan yang mencatat pekerjaan itu (11). Mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan (12).” Akuntansi yang bersifatkan Muamalah maka pengembangannya diserahkan kepada kebijaksanaan manusia. Al-Qur’an dan Sunnah membekalinya dengan beberapa system nilai seperti landasan etika, moral, kebenaran, keadilan, kejujuran, terpercya, beertanggung jawab dan sebagainya. Tertera dalam surat Al-Baqarah kita melihat tekanan islam dalam kewajiban melakukan pencacatan adalah : a. Menjadi bukti dilakukannya transaksi (muamalah) yang menjadi dasar nanatinya dalam menyelesaikan persoalan selanjutnya. b. Menjaga agar tidak terjadi manipulasi, atau penipuan baik dalam transaksi maupun hasil dari transaksi itu (laba). Tekanan ini didukung oleh ratusan ayat yang dapat dijadikan sumber moral akuntansi seperti kewajiban bertakwa, berlaku adil, jujur, menyatakan yang benar, memilih yang terbaik, berguna, menghindari yang haram, jangan boros, jangan merusak, jangan menipu, dan lain sebagainya. B. Beberapa Pemikiran Teori dan Konsep Akuntansi Syariah 1. Gambling dan Karim. Islam memiliki syariah yang dipatuhi oleh semua umatnya jadi wajarlah bahwa masyarakatnya memiliki lembaga keuangan dan akuntansinya di sahkan sesuai dengan landasan agama. Gambling dan Karim menyebutkan bahwa masyarakat Islam mestinya pemerintahannya menerapkan syariat Islam dan teori akuntansinya bersifat Islami. Mereka menekankan bahwa sesuai sifatnya islam harus memiliki akuntansi karena pentingnya penekanan pada aspek social dan perlunya penerapan zakat dan baitul mal. 2. DR.Scott Masalah etika dan moral slalu diperhatikan penulis ini dalam melahirkan teori akuntansi, beliau menggunakan criteria keadilan dalam merumuskan teori akuntansi. Model ini disebut Ethical Theory of Accounting. Beliau mengatakan dalam menyajikan laporan keuangan, akuntan harus memperhatikan semua pihak (user) dan memperlakukannya dengan baik dan benar. 3. Sofyan Syafri Harahap Memaparkan bahwa akuntansi islam itu selalu ada. Perbandingan antara konsep syariat islam yang relevan dengan akuntansi yang konsep dan cirinya menggunakan akuntansi kontemporer (dalam nuansa komprehensif) itu sendiri. Itulah metode yang digunakan oleh beliau. Sehingga dapat disimpulkan nilai-nilai islam ada dalam akuntansi dan akuntansi ada dalam struktur hukum dan muamalat islam. Dua hal tersebut mengacu kepada kebenaran, dikarenakan kadar kualitas dan dimensi bobot pertanggung jawabannya bisa berbeda. 4. Shaari Hamid, Russel Craig, dan Frank Clarke Dalam artikel mereka mengemukakan dua hal. Pertama bahwa islam sebagai agama yang memiliki aturan-aturan khusus dalam system ekonomi keuangan (misalnya free interest banking system) pasti memerlukan teori akuntansi yang khusus pula yang dapat mengakomodasi ketentuan syariah itu. Dalam berbagai studi disimpulkan bahwa aspek budaya yang bersifat local (national boundaries) sangat banyak mempengaruhi perkembangan akuntansi. Dikemukakan dalam artikel tersebut bahwa etika dan perilaku bisnis didasarkan pada tradisi dan filosofi barat. Perilaku bisnis melahirkan prinsip dan tekhnik akuntansi. Jika dasar berbeda maka prinsip dan konsep dasar akuntansinya juga berbeda. 5. Toshikabu Hayashi Didalam tesisnya membahas dan mengakui keberadaan akuntansi islam. Beliau mengatakan akuntansi islam sesuai dengan kecenderungan manusia yang menuntut agar perusahaan juga memiliki etika dan tanggung jawab social. Beliau menjelaskan konsep akuntansi syariah sudah ada dalam sejarah islam, ia mengartikan akuntansi sebagai muhasabah. Dan beliau mengatakan bahwa dalam konsep islam ada pertanggungjawaban di akhirat. Akuntansi islam memiliki makna impisif bidang ekonomi, politik, agama, dan memiliki khans yang besar untuk menunjukan kunci kearah akuntansi setelah kemajuan barat. 6. Muhammad Akram Khan Merumuskan sifat-sifat akuntansi, diantaranya : a) Penentuan laba rugi yang tepat b) Mempromosikan dan menilai efisiensi kepemimpinan c) Ketaatan kepada hukum syariah d) Keterikan pada keadilan e) Melaporkan dengan baik f) Perubahan dalam praktek akuntansi C. Prinsip Umum Akuntansi Syariah Menurut Muhammad, dalam Al-Qur’an surat Al Baqarah ayat 282 tiga ni lai yang menjadi prinsip dasar dalam operasoanal akuntansi syari’ah yaitu nilai pertanggung jawaban, keadilan dan kebenaran : • Prinsip pertanggungjawaban Dalam kebudayaan kita umumnya “tanggung jawab” diartikan sebagai keharusan untuk “menanggung” dan “menjawab” dalam pengertian lain yaitu suatu keharusan untuk menanggung akibat yang timbul oleh perilaku seseoramg dalam rangka menjawab suatu persoalan. Pertanggung jawaban berkaitan langsung dengan konsep amanah. Diamana implikasinya Dalam bisnis dan akuntansi adalah bahwa individu yang terlibat dalam praktik bisnis harus selalu melakukan pertanggung jawaban apa yang telah diamatkan dan diperbuat kepada pihak-pihak yang terkait. Pertanggung jawabannya diwujudkan dalam bentuk laporan keuangan. • Prinsip keadilan Adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak-hak dan kewajiba. Keadilan terletak pada keharmonisan menuntut hak dan menjalankan kewajiban atau dengan kata lain, keadilan adalah keadaan bila setiap orang memperoleh apa yang menjadi haknya dan setiap orang memperoleh bagian yang sama dari kekayaan bersama. Prinsip keadilan ini tidak saja merupakan nilai yang sangat penting dalam etika kehidupan social dan bisnis, tetapi juga merupakan nilai yang yang melekat dalam fitrah manusia. Dalam konteks akuntansi keadilan mengandung pengertian yang bersifat fundamental dan tetap berpijak pada nilai-nilai etika/syariah dan moral, secara sederhana adil dalam akuntansi adalah pencatatan dengan benar setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam Al-Qur’an disampaikan bahwa kita harus mengukur secara adil, jangan dilebihkan dan jangan dikurangi. Kita dilarang untuk menuntut keadilan ukuran dan timbangan bagi kita, sedangkan bagi orang lain kita menguranginya. • Prinsip kebenaran Prinsip kebenaran adalah kesesuaian antara apa yang dicatat dan dilaporkan dengan apa yang terjadi sebenarnya dilapangan. Jika kita kaitkan dengan profesi akuntan, maka prinsip kebenaran menyangkut pengukuran kekayaan, utang, modal, pendapatan, biaya, dan laba peruahaan, sehingga seorang akuntan wajib mengukur kekayaan secara dan adil. Seorang akuntan akan meyajikan sebuah laporan keuangan yang disusun dari bukti-bukti yang ada dalam sebuah organisasi yang dijalankan oleh sebuah manajemen yang diangkat atau ditunjuk sebelumnya. Menurut M. syafii Antonio yang dikutip dikutip oleh istutik. Prinsip-prinsip syariah dalam perpektif islam meliputi : PRINSIP PERTAMA : Legitimasi muamalat Legitimasi muamalat disini harus dipandang secara luas, karena wajib bagi orang-orang yang melakukan kegiatan akuntansi untuk menolak penyajian setiap informasi keuangan, apabila diketahui atau timbul keraguan bahwa tujuan dari penggunaanya adalah adalah untuk menyempurnaan traksaksi atau perdagangan yang tidak syah menurut syari,at. Apabila seseorang yang berkerja dibidang akuntansi karena suatu sebab harus menyajikan analisa atau informasi mengenai keuangan yang mengandung penyimpangan dari syari’at islam, baik secara samar maupun terang-terangan, maka minimal dia harus memberiakan isyarat attau tanda pada uraian atau tafsiran terhadap informasi tersebut. PRINSIP KEDUA Dalam prinsip kedua ini mengandung : • Syakhshiyyah I’tibariyyah ( Entitas Spritual ) Syakhshiyyah I’tibariyyah adalah pemisahan kegiatan investasi dari pribadi yang melakukan pendanaan terhadap kegiatan investasi tersebut. • Syakhshiyyah Qanuniyyah (legal Entity) Syakhshiyyah Qanuniyyah adalah suatu ungkapan mengenai entitas yang terpisah, yang menungkinkan untuk menuntut pihak lain secar langsung dalam sifatnya sebagai suatu pribadi , sebagaimana dimungkinkan pula bagi pihak lain untuk menuntunya secara langsung pula, dalam sifatnya sebagai suatu pribadi. • Wahdah Muhasabiyyah ( Kesatuan Akuntansi ) Wahdah Muhasabiyyah adalah kerangak dasar yang menentuakn ruang lingkup kegiatan akuntansi ditinjau dari sisi apa yang harus dimuat oleh buku-buku akuntansi dan apa yang harus diangkat oleh laporan keuangan baik berbentuk data keuangan yang sudah dikenal atau pun yang lain. Oleh karena itu, permasalahan yang harus dikaji untuk menentukan wahdah muhasabiyyah itu adalah masalah kebutuhan terhadap informasi keuangan. Kebutuhan informasi keuangan itulah yang akan terealisir pada akhirnya, yang diungkapkan dalam laporan keuangan. PRINSIP KETIGA Istimrariyah ( kontinuitas ) Istimrariyyah adalah prinsip yang keberadaannya dapat memberi pandangan bahwa perusahaan itu akan trus menjalankan kegiatannay sampai waktu yang tidak diketahui, dan likuidasinya merupakan masalah pengecualian, kecuali jika terdapat indikasi mengarah kepada kebalikannya. PRINSIP KEEMPAT Muqabalah (matching) Muqabalah adalah suatu cermin yang memantulkan hubungan sebab akibat antara dua sisi, dari satu segi, dan mencerminkan juga hasil atau dari hubungan tersebut dari segi yang lainnya. Sebab, setiap sesuatu yang terjadi, pasti karena adanya suatu tindakan yang mendahuluinya, yang didasari oleh tujuan tertentu. Dan untuk selanjutnya, kedua kejadian tersebut harus saling dikaitkan guna mengetahui pengaruh-pengaruh yang di akibatkannya. D. Perbedaan prinsip antara akuntansi islam dan akuntansi positif (konvensional) Ada yang berpendapat bahwa dalam islam tidak ada akuntansi karena akuntansi tumbuh dari lingkungan industri, sedangkan di Arab tidak ada satu pun industri pada waktu itu. Dan ada pula yang beranggapan tidak terdapat perbedaan antara akuntansi menurut islam dan akuntansi menurut kapitalisme dan sosialisme. Ungkapan diatas dapaat kita sanggah secara ilmiah dan kuat dari sumber syariat islam. Kita hanya dapat menjelaskan perbedaan mendasar akuntansi menurut islam dan akuntansi menurut kapitalis (konvensional). Perbedaan dasar akuntansi islam dan akuntansi konvensional antara lain yaitu : • Perbedaan dari segi pengertiannya Akuntansi menurut islam lebih mengarah pada pembukuan, pendataan, kerja dan usaha, kemudian juga perhitungan dan perdebatan (tanya jawab) berdasarkan syarat-syarat yang telah sepakati, dan selanjutnya penentuan imbalan atau blasan dengan keduniaan maupun yang berkaitan dengan keakhiratan. Sedangkan akuntansi konvensional adalah sekitar pengumpulan dan pembukuan, penelitian tentang keterangan- keterangan dari berbagai macam aktifitas. Dari pengertian tersebut terlihat jelas bahwa pengertian akuntansi dalam islam lebih umum dan mencakup lebih luas, meliputi dari segi moral dan akhirat. • Perbedaan dari segi tujuan Tujuan akuntansi dalam islam diantaranya menjaga harta yang merupakan hujjah atau bukti ketika terjadi perselisihan, membantu mengarahkan kebijaksanaan, merinci hasil-hasil usaha untuk penghitungan zakat, penentuan hak-hak mitra bisnis, dan juga untuk membantu dalam menetapkan imbalan dan hukuman serta penilaian evaluasi kerja dan motivasi. Sedangkan akuntansi konvensional bertujun untuk menjelaskan utang dan piutang, untung dan rugi dan dapat membantu ketetapan-ketetapan manajemen. Akuntasi islam disini lebih difokuskan untuk membantu individu dalam mengaudit transaksi-transaksi yang dilakukan. • Perbedaaan dari segi karakteristik Kaidah dan akhlak menjadi dasar akuntansi dalam islam, yang diambil dari sumber hukum islam. Sedangkan akuntansi konvensional didasarkan pada peratuan-peraturan dan teori yang dibuat sendiri oleh manusia memiliki sifat khilaf atau lupa wawasan dan ilmu yang terbatas. E. Inti dari Konsep Akuntansi Islam. Yang menjadi dasar akuntansi islam ialah syariat islam yang diimplementasikan di kalangan masyarakat muslim, para akuntan yang menangani prosesnya yang mencampurkan kemampuan serta kecakapan dengan kejujuran bekerja. Dapat ditarik kesimpulan sifat-sifat spesifik akuntansi islam diantaranya : 1. Al-Qur’an dan Sunnah sebagai kaidah-kaidah dasar akuntansi islam. 2. Akuntansi islam dilandasi oleh akidah yang kuat, iman serta pengakuan bahwa Allah itu adalah Tuhan, Islam adalah agama, Muhammad adalah Nabi dan Rasul, dan juga percaya pada Hari Akhir. 3. Akhlak yang baik menjadi landasan dalam akuntansi islam. 4. Seorang akuntan harus bertanggung jawab dihadapan masyarakat dan umat islam tentang sejauh mana kesatuan ekonomi dipengaruhi oleh hukum-hukum syariat islam, terutama yang berkaitan dengan muamalah. 5. Akuntansi islam berkaitan juga dengan proses keuangan yang sah. 6. Akuntansi islam sangat memperhatikan aspek-aspek tingkah laku sebagai unsur yang juga berperan dalam kesatuan ekonomi. PENUTUP KESIMPULAN Akuntansi yang bersifatkan Muamalah pengembangannya diserahkan kepada kebijaksanaan manusia. Al-Qur’an dan Sunnah membekalinya dengan beberapa system nilai seperti landasan etika, moral, kebenaran, keadilan, kejujuran, terpercaya, beertanggung jawab dan sebagainya. Akuntansi islam bersumber dari hukum islam dan didasarkan pada kaidah dan nilai-nilai akhlak yang sangat memperhatikan aspek-aspek sosial dan ekonomi dan meliputi aspek moral dan aspek materil. akuntansi dalam islam lebih umum dan mencakup lebih luas, meliputi dari segi moral dan akhirat. DAFTAR PUSTAKA Harahap, Sofyan Syafri. 2004. Akuntansi Islam. Jakarta: Bumi Aksara. http://deniriansah.blogspot.com/2010/06/konsep-akuntansi-syariah.html Syahatah, Husein. 2001. Pokok-pokok Pikiran Akuntansi Islam. Jakarta: Akbar

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar